Pengunjung Hari Ini

Pakar Urologi Dunia Prihatin, Pria Indonesia Perbesar Kelamin dengan Suntikan

Pusat Kejantanan | Berisiko tinggi! Teknik memperbesar kelamin pria dengan cara menyuntik. Apakah menyuntik dengan silikon, ataupun berbagai minyak sebagaimana dipraktikkan selama ini. "Selain bentuknya menjadi tidak beraturan, juga menyebabkan mati rasa. Maksud hati mau mencari kepuasan dalam hubungan intim, tapi malah sebaliknya, mendapat masalah," tutur H Sebian Al Mustofa, terapis sebuah klinik terapi keperkasaan pria dengan teknik pijat dan herbal, yang membuka praktik di Surabaya, Jakarta dan sejumlah kota besar. Ia dapat dihubungi melalui hp/whatsapp 0813-8001-1499.

Perihal pembesaran kelamin pria dengan suntikan, Tribunnews.com juga menurunkan laporan berjudul Perbesar Alat Kelamin Pria di Indonesia Menarik Perhatian Dunia pada Senin, 19 Oktober 2015, dari arena konferensi internasional yang digelar oleh para ahli urologi sedunia atau Societe Internationale d'Urologie (SIU) di Melbourne.

Para ahli urologi salah satunya menyoroti praktik memperbesar alat kelamin pria dengan suntikan berbahaya oleh pria di Indonesia.
 
Cukup banyak pria di Indonesia yang menginginkan ukuran kelaminnya lebih besar, tetapi banyak pula di antara mereka yang melakukannya tanpa pertimbangan medis.

Kasus paraffinoma, atau memperbesar penis dengan suntikan, termasuk yang banyak ditemukan di Indonesia. "Mereka menyuntik penisnya dengan minyak, bisa minyak rambut ataupun minyak kasuari," ujar dokter Boyke Soebahli, ahli urologi dari RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda.

"Kasus ini menjadi unik di Asia, dan yang terbanyak memang terjadi di wilayah timur Indonesia. Beberapa laporan juga ditemukan di negara Asia Tenggara lainnya dan kawasan Timur Tengah," ujar dr Boyke.

Menurut dr Boyke, malpraktik dengan menyuntikkan benda asing ke alat kelamin pria tersebut menimbulkan komplikasi kulit penis yang mengeras dan tidak bisa berhubungan seks karena nyeri yang dirasakan.
 

Hot News

Postingan Populer